Matematika seringkali dianggap sebagai pelajaran yang penuh dengan angka-angka abstrak dan rumus-rumus yang membingungkan. Namun, tahukah Anda bahwa di balik setiap soal matematika, terutama yang berbentuk cerita, tersimpan sebuah petualangan menarik yang mengajak kita untuk berpikir logis dan kreatif? Salah satu topik yang sering muncul dalam soal cerita matematika kelas 4 adalah Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB).
Bagi sebagian siswa, mendengar istilah KPK dan FPB saja sudah membuat dahi berkerut. Namun, jangan khawatir! Artikel ini akan mengajak Anda untuk menyelami dunia KPK dan FPB melalui soal-soal cerita yang seru. Kita akan belajar bagaimana mengidentifikasi kapan sebuah soal membutuhkan KPK, kapan membutuhkan FPB, dan bagaimana cara menyelesaikannya dengan langkah-langkah yang mudah dipahami.
Apa Itu KPK dan FPB? Mari Kita Ingat Kembali!

Sebelum kita berpetualang dengan soal cerita, mari kita segarkan ingatan kita tentang definisi KPK dan FPB.
- KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil): KPK dari dua bilangan atau lebih adalah kelipatan persekutuan terkecil yang positif dari bilangan-bilangan tersebut. Sederhananya, KPK adalah angka terkecil yang bisa habis dibagi oleh semua bilangan yang dimaksud.
- FPB (Faktor Persekutuan Terbesar): FPB dari dua bilangan atau lebih adalah faktor persekutuan terbesar yang positif dari bilangan-bilangan tersebut. Sederhananya, FPB adalah angka terbesar yang bisa membagi habis semua bilangan yang dimaksud.
Mengapa KPK dan FPB Penting dalam Soal Cerita?
KPK dan FPB bukanlah sekadar konsep matematika yang terisolasi. Keduanya memiliki aplikasi yang sangat luas dalam kehidupan sehari-hari, dan soal cerita adalah cara terbaik untuk menghubungkan konsep ini dengan realitas. Dalam soal cerita, KPK dan FPB seringkali muncul dalam konteks:
- Keteraturan dan Pengulangan: Soal yang melibatkan waktu, jadwal, atau kejadian yang berulang secara berkala seringkali membutuhkan KPK.
- Pembagian dan Pengelompokan: Soal yang meminta kita untuk membagi benda menjadi kelompok-kelompok yang sama besar atau mencari jumlah kelompok terbanyak seringkali membutuhkan FPB.
Menjelajahi Dunia Soal Cerita KPK: Ketika Jalinan Waktu Bertemu
KPK seringkali menjadi "kunci" untuk menjawab soal-soal yang berkaitan dengan kejadian yang terjadi bersamaan setelah selang waktu tertentu. Bayangkan dua teman yang memiliki jadwal berbeda untuk berolahraga. Kapan mereka akan berolahraga bersama lagi? Itulah saatnya KPK beraksi!
Contoh Soal Cerita KPK 1:
Budi pergi ke perpustakaan setiap 3 hari sekali. Ani pergi ke perpustakaan setiap 4 hari sekali. Jika hari ini mereka berdua pergi ke perpustakaan bersama-sama, maka berapa hari lagi mereka akan pergi ke perpustakaan bersama-sama lagi?
Analisis Soal:
Dalam soal ini, kita melihat dua kejadian yang berulang dengan interval waktu yang berbeda (3 hari dan 4 hari). Kita ingin mencari kapan kedua kejadian ini akan bersamaan terjadi lagi. Ini adalah ciri khas soal KPK. Kita mencari kelipatan persekutuan terkecil dari 3 dan 4.
Langkah-langkah Penyelesaian:
- Identifikasi Bilangan: Bilangan yang terlibat adalah 3 dan 4.
- Cari Kelipatan dari Masing-masing Bilangan:
- Kelipatan 3: 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24, …
- Kelipatan 4: 4, 8, 12, 16, 20, 24, …
- Temukan Kelipatan Persekutuan: Kelipatan yang sama dari kedua bilangan tersebut adalah 12, 24, dan seterusnya.
- Pilih Kelipatan Persekutuan Terkecil: Kelipatan persekutuan terkecil dari 3 dan 4 adalah 12.
Jawaban: Budi dan Ani akan pergi ke perpustakaan bersama-sama lagi setelah 12 hari.
Mengapa ini adalah KPK? Karena kita mencari waktu terkecil di mana kedua jadwal tersebut bertemu kembali. Jika kita hanya mencari kelipatan persekutuan, akan ada banyak kemungkinan (12 hari, 24 hari, 36 hari, dst.). Namun, pertanyaan "berapa hari lagi" mengarah pada kejadian pertama kali mereka bertemu lagi setelah hari ini, yaitu kelipatan yang terkecil.
Contoh Soal Cerita KPK 2:
Tiga buah lampu lalu lintas menyala bergantian. Lampu merah menyala setiap 6 detik, lampu kuning setiap 8 detik, dan lampu hijau setiap 10 detik. Jika ketiga lampu tersebut menyala bersamaan pada pukul 07.00, maka pada pukul berapa ketiga lampu tersebut akan menyala bersamaan lagi untuk pertama kalinya setelah itu?
Analisis Soal:
Kita punya tiga kejadian yang berulang dengan interval waktu berbeda (6 detik, 8 detik, dan 10 detik). Kita ingin mencari kapan ketiga kejadian ini akan terjadi bersamaan lagi. Ini jelas soal KPK.
Langkah-langkah Penyelesaian (Menggunakan Metode Pohon Faktor atau Tabel):
Untuk bilangan yang lebih besar, metode pohon faktor atau tabel lebih efisien. Mari kita gunakan pohon faktor:
- Faktorisasi Prima 6: 6 = 2 x 3
- Faktorisasi Prima 8: 8 = 2 x 2 x 2 = 2³
- Faktorisasi Prima 10: 10 = 2 x 5
Untuk mencari KPK: Ambil semua faktor prima yang ada (2, 3, dan 5). Untuk faktor prima yang sama, ambil pangkat tertinggi.
- Faktor prima 2: Pangkat tertinggi adalah 3 (dari 2³). Jadi kita ambil 2³.
- Faktor prima 3: Pangkat tertinggi adalah 1. Jadi kita ambil 3.
- Faktor prima 5: Pangkat tertinggi adalah 1. Jadi kita ambil 5.
KPK = 2³ x 3 x 5 = 8 x 3 x 5 = 24 x 5 = 120 detik.
Artinya, ketiga lampu akan menyala bersamaan lagi setiap 120 detik.
Karena soal menanyakan "pada pukul berapa", kita perlu mengubah 120 detik menjadi menit.
120 detik = 120 / 60 menit = 2 menit.
Jawaban: Ketiga lampu tersebut akan menyala bersamaan lagi pada pukul 07.02.
Tips untuk Soal Cerita KPK:
- Cari kata kunci seperti "bersama-sama lagi", "bersamaan", "setiap…", "setelah berapa lama".
- Fokus pada kejadian yang berulang dan mencari waktu terkecil untuk kesamaan kejadian tersebut.
Menjelajahi Dunia Soal Cerita FPB: Ketika Pembagian Menjadi Seni
FPB, di sisi lain, seringkali muncul dalam soal cerita yang berkaitan dengan membagi sesuatu menjadi bagian-bagian yang sama besar, atau mencari jumlah kelompok terbanyak yang bisa dibentuk. Bayangkan seorang guru yang ingin membagikan buku dan pensil kepada siswanya agar setiap siswa mendapatkan jumlah yang sama. Berapa jumlah siswa terbanyak yang bisa dibentuk? Itulah saatnya FPB berperan!
Contoh Soal Cerita FPB 1:
Ibu memiliki 24 buah apel dan 36 buah jeruk. Ibu ingin membagikan buah-buahan tersebut ke dalam beberapa kantong plastik. Setiap kantong plastik harus berisi apel dan jeruk dengan jumlah yang sama banyak untuk setiap jenis buahnya. Berapa jumlah kantong plastik terbanyak yang bisa dibuat oleh ibu?
Analisis Soal:
Ibu ingin membagi apel (24 buah) dan jeruk (36 buah) ke dalam beberapa kantong plastik. Kunci di sini adalah "setiap kantong plastik harus berisi apel dan jeruk dengan jumlah yang sama banyak untuk setiap jenis buahnya". Ini berarti kita mencari faktor persekutuan dari jumlah apel dan jeruk. Pertanyaan "berapa jumlah kantong plastik terbanyak" mengarahkan kita pada faktor persekutuan terbesar (FPB).
Langkah-langkah Penyelesaian:
- Identifikasi Bilangan: Bilangan yang terlibat adalah 24 (apel) dan 36 (jeruk).
- Cari Faktor dari Masing-masing Bilangan:
- Faktor 24: 1, 2, 3, 4, 6, 8, 12, 24
- Faktor 36: 1, 2, 3, 4, 6, 9, 12, 18, 36
- Temukan Faktor Persekutuan: Faktor yang sama dari kedua bilangan tersebut adalah 1, 2, 3, 4, 6, 12.
- Pilih Faktor Persekutuan Terbesar: Faktor persekutuan terbesar dari 24 dan 36 adalah 12.
Jawaban: Jumlah kantong plastik terbanyak yang bisa dibuat oleh ibu adalah 12 kantong.
Penjelasan Tambahan untuk Soal FPB:
Jika ibu membuat 12 kantong, maka:
- Setiap kantong akan berisi 24 apel / 12 kantong = 2 apel.
- Setiap kantong akan berisi 36 jeruk / 12 kantong = 3 jeruk.
Ini memenuhi syarat bahwa setiap kantong berisi apel dan jeruk dengan jumlah yang sama banyak untuk setiap jenis buahnya, dan jumlah kantongnya adalah yang terbanyak.
Contoh Soal Cerita FPB 2:
Pak Tani memiliki 48 bibit cabai dan 60 bibit terong. Ia ingin menanam bibit-bibit tersebut dalam petak-petak yang sama. Berapa petak terbanyak yang bisa dibuat Pak Tani agar setiap petak memiliki jumlah bibit cabai dan bibit terong yang sama?
Analisis Soal:
Sama seperti soal sebelumnya, Pak Tani ingin membagi bibit cabai (48) dan terong (60) ke dalam petak-petak yang sama. Ini berarti kita mencari faktor persekutuan dari jumlah bibit. Pertanyaan "berapa petak terbanyak" mengarah pada FPB.
Langkah-langkah Penyelesaian (Menggunakan Metode Pohon Faktor atau Tabel):
Mari kita gunakan pohon faktor lagi:
-
Faktorisasi Prima 48:
48 = 2 x 24
24 = 2 x 12
12 = 2 x 6
6 = 2 x 3
Jadi, 48 = 2 x 2 x 2 x 2 x 3 = 2⁴ x 3 -
Faktorisasi Prima 60:
60 = 2 x 30
30 = 2 x 15
15 = 3 x 5
Jadi, 60 = 2 x 2 x 3 x 5 = 2² x 3 x 5
Untuk mencari FPB: Ambil hanya faktor prima yang sama di kedua faktorisasi. Untuk faktor prima yang sama, ambil pangkat terkecil.
- Faktor prima yang sama adalah 2 dan 3.
- Faktor prima 2: Pangkat terkecil adalah 2 (dari 2²). Jadi kita ambil 2².
- Faktor prima 3: Pangkat terkecil adalah 1. Jadi kita ambil 3.
FPB = 2² x 3 = 4 x 3 = 12.
Jawaban: Petak terbanyak yang bisa dibuat Pak Tani adalah 12 petak.
Penjelasan Tambahan untuk Soal FPB:
Jika Pak Tani membuat 12 petak, maka:
- Setiap petak akan berisi 48 bibit cabai / 12 petak = 4 bibit cabai.
- Setiap petak akan berisi 60 bibit terong / 12 petak = 5 bibit terong.
Ini memenuhi syarat bahwa setiap petak memiliki jumlah bibit cabai dan terong yang sama, dan jumlah petaknya adalah yang terbanyak.
Tips untuk Soal Cerita FPB:
- Cari kata kunci seperti "dibagi rata", "sama banyak", "terbanyak", "jumlah kelompok", "petak".
- Fokus pada pembagian benda atau pengelompokan menjadi bagian-bagian yang sama dan mencari ukuran terbesar dari setiap bagian atau jumlah kelompok terbanyak.
Membedakan Kapan Menggunakan KPK dan FPB
Salah satu tantangan terbesar dalam mengerjakan soal cerita KPK dan FPB adalah menentukan kapan harus menggunakan yang mana. Berikut adalah panduan singkat untuk membantu Anda:
| Fitur Soal | Konsep yang Digunakan | Pertanyaan Kunci |
|---|---|---|
| Kejadian berulang yang terjadi bersamaan | KPK | Kapan akan terjadi lagi secara bersamaan? Berapa lama lagi? |
| Membagi benda menjadi kelompok yang sama | FPB | Berapa jumlah kelompok terbanyak? Berapa ukuran setiap kelompok? |
| Menemukan jumlah minimum yang bisa dibagi | KPK | Berapa jumlah minimumnya agar bisa dibagi habis oleh …? |
| Menemukan jumlah terbesar yang dapat membagi | FPB | Berapa angka terbesar yang dapat membagi habis semua bilangan tersebut? |
| Jadwal yang berulang | KPK | Kapan mereka akan bertemu lagi? |
| Mengelompokkan benda dengan jumlah sama | FPB | Berapa kelompok terbanyak yang bisa dibuat? |
Latihan Membuat Kita Mahir!
Kunci untuk menguasai soal cerita KPK dan FPB adalah dengan banyak berlatih. Semakin banyak Anda mengerjakan berbagai jenis soal, semakin mudah Anda akan mengenali pola dan memahami kapan harus menggunakan KPK dan kapan harus menggunakan FPB.
Jangan takut untuk mencoba. Jika Anda salah, jangan berkecil hati. Analisis kembali soalnya, lihat langkah-langkah penyelesaiannya, dan cari tahu di mana letak kesalahannya. Guru, orang tua, atau teman bisa menjadi sumber bantuan yang berharga.
Dengan pemahaman yang kuat tentang konsep KPK dan FPB, serta latihan yang konsisten, Anda akan segera menjadi ahli dalam menaklukkan soal cerita matematika, mengubah angka-angka yang tadinya membingungkan menjadi alat untuk memecahkan berbagai persoalan menarik dalam kehidupan sehari-hari. Selamat belajar dan teruslah berlatih!


